Beranda » PLANTAE » Poaceae » RUMPUT GAJAH (Deskripsi, Persebaran, Manfaat dan Cara Tanam)

RUMPUT GAJAH (Deskripsi, Persebaran, Manfaat dan Cara Tanam)


Alien  Rumput Gajah (Pennisetum purpureum)

Klasifikasi
Regnum: Plantae (Tumbuhan)
Super Divisi: Spermatophyta
Divisi: Magnoliophyta
Kelas: Liliopsida
Sub Kelas: Commelinidae
Ordo: Poales
amili: Poaceae
Genus: Pennisetum
Spesies: Pennisetum purpureum

 

Deskripsi

Rumput gajah (Pennisetum purpureum) adalah spesies rumput tropis asli padang rumput Afrika. Rumput gajah dapat hidup diberbagai tempat (0 – 3000 dpl). Rumput gajah tumbuh hingga 2 – 5 m, merumpun dengan perakaran serabut yang kompak.

Rumput gajah merupakan tumbuhan C4 dan heterozigot, yang memiliki daun agak lebar, memanjang, tipis dan mempunyai tulang daun yang tegap, mirip dengan tumbuhan tebu. Bunga berbentuk silinder, berwarna kuning keemas-emasan, tetapi bijinya kurang bisa menjadi Individu baru. Rumput  gajah memerlukan tanah yang banyak mengandung  nitrogen untuk pertumbuhan yang baik dengan pH 4,5-8,2 (rata-rata 6.2) imageimage

(Gambar 1: Batang dan Bunga rumput gajah)

Persebaran

Rumput gajah dapat ditemukan diseluruh dunia (tropis dan subtropis). Dibanyak negara rumput gajah memiliki banyak nama: napier, herbe éléphant, fausse canne AT, sucre (Prancis), Elefantengras (Jerman), Capim-elefante (Portugis), pasto elefante (Spanyol), gigante (Kosta Rika), mfufu (Afrika), co voi (Vietnam), ‘erepani (Kepulauan Cook), acfucsracsracsr (Kosrae), bokso (Palau), puk-soh (Pohnpei); Vao povi (Samoa).

Manfaat/ Nilai Ekonomi
Secara historis, rumput gajah telah ditanam di Indonesia sejak tahun 1950-an, rumput gajah digunakan untuk ditanam sebagai bahan baku pakan ternak. Seiring dengan perkembangan peternakan di Indonesia, kebutuhan akan pakan telah melambungkan nama “rumput gajah” sebagai bahan pakan pokok industri ternak ruminansia.
RUMPUT GAJAH, RUMPUT GAJAH, RUMPUT GAJAH

(Gambar 2: pemanenan rumput gajah, sebagai bahan pakan ternak)

Rumput gajah memiliki kandungan lignin yang tinggi, akan tetapi mempunyai kandungan selulosa dan hemiselulosa yang dapat dicerna oleh ruminansia (Sapi, kerbau, dll) menjadi energi. Fungsi selulosa pada pencernaan ternak ruminansia adalah sebagai pembantu dalam mencerna makanan dalam rumen dan sebagai bahan yang di rombak oleh bakteri, protozoa dan jamur sehingga dinding usus mampu menyerap zat – zat makanan secara sempurna.

Rumput gajah juga memiliki fungsi sebagai tumbuhan penangkal erosi. Banyak sekali rumput gajah yang sengaja ditanam untuk mencegah degradasi atau kerusakan tanah. Lahan yang terbengkalai lebih baik ditanami dengan rumput gajah daripada terdegradasi dan menjadi lahan tandus.

Dibeberapa Negara seperti di Amerika, rumput gajah menjadi objek penetlitian “manajemen hama”. Rumput gajah ditanam untuk menarik hama penggerek batang (Penyebab utama gagal penen) pada tanaman jagung. Sehingga hama pada tanaman jagung beralih ke rumput gajah.

Beberapa literatur menyebutkan bahwa pada rumput gajah terdapat banyak bakteri yang dapat menghasilkan antibiotik yang berguna dalam bidang kesehatan, namun masih perlu dicari kepastiannya dalam jurnal ilmiah.

Rumput gajah juga diteliti sebagai tumbuhan penahan angin, industri bubur kertas (pulp), dan bahan baku biofuel (Bahan bakar nabati).

Penanaman

 

(Gambar 3. Contoh penanaman rumput gajah)

Rumput gajah dapat memperbanyak diri melalui biji, namun sebagai produksi tanam terlalu sulit. Rumput gajah lebih mudah ditanam dengan stek batang dari stolon. Stek dapat ditanam dengan panjang 15-20 cm dengan jarak tanam 60 x 100 cm. Sebagai bahan referensi bisa digunakan 17.000 bahan stek untuk lahan seluas 1 hektar.

Pupuk P dan K diberikan 2 kali dalam setahun yaitu pada waktu pengolahan tanah dan 6 bulan kemudian dengan dosis masing-masing 200 kg DS dan 200 kg ZK per hektarnya. Pupuk N diberikan 200 kg.  ZA/ha/tahun yang diberikan setiap kali setelah 2 – 4 kali pemotongan. Dapat juga digunakan pupuk kandang sebanyak 400 kw/ha/tahun.

Rumput gajah memiliki produksi biomassa tinggi, sekitar 40 ton / ha / tahun dan dapat dipanen 4-6 kali per tahun. Jika tanaman telah berumur 3 – 4 tahun, biasanya sudah tidak responsive lagi dan harus dilakukan peremajaan.

Sumber:

http://sutanmuda.wordpress.com/2008/07/22/budidaya-rumput-gajah-untuk-pakan-ternak/ http://www.plantamor.com/index.php?plant=1548 http://jutawanagro-adamagrofarm.blogspot.com/2009/11/rumput-gajah.htmlhttp://id.wikipedia.org/wiki/Rumput http://en.wikipedia.org/wiki/Pennisetum_purpureum http://www.tropicalforages.info/key/Forages/Media/Html/Pennisetum_purpureum.htm http://www.fleppc.org/ID_book/Pennisetum%20purpureum.pdf

 

About these ads

1 Komentar

  1. Ade Indra mengatakan:

    rumput gajah bisa dibeli secara online gan
    cek link http://kebunbibit.com/1074-rumput-gajah.html

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

Pengunjung

free counters
Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 67 pengikut lainnya.